You need to enable javaScript to run this app.

Pramuka

  • Kamis, 18 Januari 2024
  • Administrator
  • 0 komentar

SEJARAH AMBALAN

FATAHILLAH – CUT MEUTIA

  • Dewan Ambalan

   Dewan Ambalan adalah sebuah organisasi dalam gerakan pramuka di tingkat Pramuka Penegak. Dewan Ambalan sendiri merupakan Dewan Kerja yang berada di tingkat gugus depan. Kata Ambalan sendiri berasal dari bahasa Jawa ambal-ambalan, yakni kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh sekelompok orang. Ambalan Penegak mengandung pengertian kiasan dasar yakni kegiatan (bakti dan persaudaraan) yang terus menerus dilakukan dalam menegakkan dan mengisi Kemerdekaan Bangsa. Ambalan mempunyai konotasi lain yaitu sebagai wadah berkumpul melakukan suatu musyawarah sebelum melaksanakan kegiatan-kegiatan.

   Nama Ambalan umumnya menggunakan nama pahlawan. Namun tidak menutup kemungkinan nama Ambalan juga diambil dari nama-nama senjata atau nama kerajaan dalam pewayangan atau nama cerita legenda. Dalam pemilihan nama tentunya diambil yang terbaik menurut anggota Ambalan, sehingga memiliki makna dan kebanggaan bagi seluruh anggota Ambalan.

Ketentuan Umum

  • Dewan Ambalan terdiri atas 12 – 32 Pramuka Penegak.
  • Ambalan putra terpisah dengan Ambalan putri.
  • Ambalan terdiri dari satuan-satuan kecil yang dinamakan “Sangga” yang masing-masing terdiri dari 6 sampai 8 orang Pramuka Penegak.
  • Tiap sangga dapat memilih 1 nama sangga, dari 5 jenis sangga yang mempresentasikan sangga mereka

 

  • Berdirinya Ambalan Fatahillah-Cut Meutia

   Ambalan Fatahillah-Cut Meutia berdiri pada hari Jumat, tanggal  13 September 1996 pada saat itu lah Ambalan Fatahillah-Cut Mutia terbentuk, Sebelumnya nama Ambalan di SMAN 4 Pandeglang bukan bernama Fatahillah-Cut Muetia, tetapi bernama Sudirman-Kartini. Karna ada 1 kejadian yang membuat nama Ambalan di SMAN 4 Berganti yakni, pada awal tahun 1996, Kwarcab Pandeglang mengadakan perlombaan L3BKG (Lomba Lintas Lembah Bukit Gunung Karang). Di saat di mana Ambalan kita Sudirman-Kartini ada salah satu anggotanya datang ke bumi perkemahan, saat hendak masuk ke dalam tenda Sudirman-Kartini semua kaget karna orang yang masuk tidak di kenali. Selanjutnya, pada saat pengumuman perlombaan di panggil lah nama Ambalan Sudirman-Kartini” saat mendengar hal tersebut Ambalan Fatahillah-Cut Meutia SMAN 4 Pandeglang tepuk tangan, tetapi ternyata itu bukan Ambalan dari SMAN 4 Pandeglang, ternyata dari Ambalan sekolah yang lain.

   Sejak saat itu, Ambulan di SMAN 4 Pandeglang memutuskan untuk menggantikan nama Ambalan di SMAN 4 Pandeglang, setelah berbulan-bulan memikirkan nama untuk Ambalan di SMAN 4 Pandeglang akhirnya sepakat untuk di namakan dengan nama “Fatahillah-Cut Meutia” yang akhirnya di ganti pada hari Jumat, tanggal 13 September 1996 di Lab IPA SMAN 4 Pandeglang. Dan pembina pertamanya adalah Bapak Iriansyah dan Ibu Wiwi Widiyah.

  • Pahlawan Fatahillah

  Tubagus Pase atau Pangeran Jayakarta I adalah laksamana Cirebon dan tokoh penyebar Islam yang dikenal karena memimpin penaklukan Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan mengganti namanya menjadi Jayakarta. Fatahillah adalah pahlawan yang namanya digunakan untuk menamai Ambalan di SMAN 4 Pandeglang, setalah Pahlawan Sudirman yang sempat menjadi nama pahlawan yang di gunakan di Ambalan SMAN 4 Pandeglang.

  • Pahlawan Cut Meutia

   Tjoet Nyak Meutia (15 Februari 1870 – 24 Oktober 1910 ) adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Ia adalah pahlawan perempuan yang menjadi nama Ambalan di SMAN 4 Pandeglang bersama pahlawan Fatahillah. Cut Meutia adalah pahlawan yang namanya di gunakan setelah pahlawan Kartini di SMAN 4 Pandeglang .

 

  • Logo Ambalan Fatahillah-Cut Meutia

   Selayaknya Organisasi pada umum nya memiliki logo, Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pun memiliki logo yang mempunyai berbagai makna di setiap bagian-bagian nya.

 

 

Warna putih berarti kesucian

  1. Warna merah berarti berani.
  2. Warna kuning berarti keagungan.
  3. Warna hitam berarti kepribadian.
  4. Warna coklat berarti kesuburan
  5. Tunas kelapa bertolak belakang melambangkan kesatuan terpisah (putra-putri).
  6. Rantai terpisah melambangkan kesatuan terpisah.
  7. Bintang melambangkan Tuhan Yang Maha Esa.
  8. Kujang dan keris pada lambang Fatahillah berarti senjata adat Fatahillah.
  9. Keris dan Rencong pada lambang Cut Meutia berarti senjata adat Cut Meutia .
  10. Bentuk segilima pada lambang Fatahillah melambangkan Pancasila
  11. Bentuk segitiga pada lambang Cut Meutia Melambangkan Trisatya
  12. Pita cembung pada lambang Fatahillah melambangkan Fatahillah melindungi Cut Meutia.
  13. Pita cekung pada lambang Cut Meutia melambangkan Cut Meutia dilindungi Fatahillah
  14. Man Jadda Wa Jadda berarti “barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”
  15. Fastabikul Khoirat berarti “berlomba-lomba dalam kebaikan”

 

 

Bagikan artikel ini:
Dade Supriatna, S.Pd,. M.M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu’alaikum Wr. Wb Puji syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada iIlahi Robbi. Keperluan dan kepentingan manusia dalam kehidupan antara...

Banner